Categories
SDIT News

Wisata Edukasi SDIT AULIYA Belajar Tentang Hewan Ternak

 

Senin (24/2) siswa kelas 3 SDIT AULIYA mengadakan kunjungan besar (Kunbes) ke Kuntum FarmField, Bogor. Siswa melakukan observasi langsung dengan mengenal berbagai hewan ternak seperti sapi, ayam, marmut, kelinci, kambing, bebek dan angsa sambil mendengarkan penjelasan tentang anggota tubuh hewan tersebut dari kakak pemandu. .

“Berawal dari sebuah konsep yang hanya dilihat dan dibaca di buku tematik maupun media film menjadi hal yang nyata saat anak melihat dan berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut sehingga ada kecocokan antara konsep dan realita” ungkap Ibu Deri selaku PJ kunbes dan guru SDIT AULIYA.

Selain bisa memberi makan hewan-hewan ternak, petualangan ini semakin mengasyikan ketika ananda mengikuti games menangkap ikan di kolam. .

Saksikan videonya di channel Youtube AULIYA Keren.

Categories
SMPIT News

ASIKNYA WE TIME ALA GURU SMPIT DAN SMAIT AULIYA

Apa yang dilakukan bapak ibu guru ketika “We Time” ya?

Pada Jumat (14/2) seluruh guru SMP dan SMA mengisinya dengan sharing bersama Dr. M.Iqbal, P.hD seorang pakar psikologi yang mengambil gelar P.hD di Universitas kebangsaan Malaysia.

Bapak Ibu guru kembali di refresh bagaimana tugas perkembangan remaja, baik karakteristik dan cara yang tepat mengatasi masalah remaja yang umumnya terjadi.

“Dengan diadakannya acara ini diharapkan menjadi momen “we time” para guru sekaligus menambah wawasan sehingga guru dapat lebih memahami metode pendekatan yang baik bagi siswa di usia remaja” ungkap Bapak Achmad Farid Kepala SDM SIT AULIYA.

Dalam pemaparan materinya, Pak Iqbal menjelaskan tentang cara menjalin komunikasi yang efektif dengan remaja yaitu :

1. Gunakan bahasa yang santun dan pilihlah kalimat terbaik

2. Hindari konflik dan cobalah sesekali masuk dunia mereka

3. Jangan suka membandingkan

4. Lepaskan masa lalu dan tunjukan ekspresi untuk mendorong mereka berbicara

5. Menghargai pendapatnya dan jadilah pendengar yang baik

6. Sabarlah dalam melakukannya lihatlah waktu yang tepat

Categories
Umum

Perkembangan Sekolah Islam

Perkembangan Sekolah Islam 

Perkembangan sekolah Islam mengalami kemajuan selepas kemerdekaan. Berbagai perubahan pun terjadi untuk menyesuaikan dinamika dalam dunia pendidikan di Indonesia. Misalnya saja dari segi kurikulum yang selalu berubah setiap beberapa tahun sekali. Ada pula sekolah Islam yang masuk ke dalam sub-Pendidikan Nasional. Belum lagi masuknya teknologi di era digital yang semakin giat diaplikasikan di lembaga pendidikan.

Perkembangan sekolah Islam berdasarkan kurikulum

Berdasarkan perkembangan kurikulum, sekolah Islam dibagi menjadi tujuh generasi, antara lain:

 Generasi I (G.1)

Pada Generasi I atau awal, perkembangan sekolah Islam masih mengikuti kurikulum pemerintah, baik Kementerian Agama maupun Departemen Pendidikan dan Budaya (Depdikbud). Kurikulum tersebut terdiri atas SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Pada generasi awal, tidak ada perbedaan yang terlalu menonjol di antara sekolah umum dengan sekolah Islam karena keseragaman kurikulum tersebut, baik yang dikelola negeri maupun swasta.

 Generasi II (G.2)

Di Generasi II, beberapa lembaga pendidikan mulai memperlihatkan perbedaan pada perkembangan sekolah Islam. Sekolah-sekolah tersebut biasanya dikenal dengan nama SDI, SMPI, dan SMAI dan populer pada awal dekade ’80-an. Kurikulum yang diaplikasikan masih mengikuti versi Depdikbud, tetapi diberikan tambahan materi berbasis agama, misalnya baca-tulis Al-Quran. Sistemnya pun tak jauh berbeda dari sekolah umum.

 Generasi III (G.3)

TK Salman di Awiligar, Bandung, yang berdiri pada 1987 adalah salah satu pionir Sekolah Islam Terpadu di Generasi III. Kemudian, sistem full day school pun sudah dipakai pada perkembangan sekolah Islam ini. Penerapan full day school lantas diadopsi sekolah di Jakarta Selatan dan telah menggabungkan kurikulum Depdikbud dengan SIT. Keberadaan sekolah Islam terus merambah ke kota-kota besar lain di Indonesia sejak awal 90-an.

 Generasi IV (G.4)

Pada Generasi IV, muncul Sekolah Alam yang menggunakan alam sebagai sumber ilmu dan berpotensi dikelola peserta didik. Perkembangan sekolah Islam ini tak terlepas dari para penggiat pendidikan di Masjid Salman ITB, Bandung. Adalah Lendo Novo yang kali pertama mencetusnya pada 1997 dan kini telah mendirikan Sekolah Alam Ciganjur di Jakarta Selatan. Mendekatkan anak pada alam sejak dini diharapkan menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan.

 Generasi V (G.5)

Kehadiran homeschooling dalam perkembangan sekolah Islam Generasi V dianggap sebagai angin segar untuk orangtua yang kurang menyukai konsep sekolah konvensional. Aldi Anwar adalah salah satu sosok yang memperkenalkan homeschooling sebagai opsi alternatif pendidikan di Indonesia. Namun, baru pada era 2000-an sekolah tersebut populer di kalangan orang tua dan bahkan bersaing ketat dengan sekolah konvensional modern.

 Generasi VI (G.6)

Pada Generasi VI muncul sekolah komunitas yang dikelola langsung oleh sekelompok orang tua murid dengan visi yang sama mengenai pendidikan. Jenis sekolah dalam perkembangan sekolah Islam ini mematok biaya yang dianggap lebih terjangkau. Salah satu sekolah komunitas yang dapat dicontoh adalah Sekolah Qoriyyah Thoyyibah yang berlokasi di Desa Kali Bening, Salatiga. Ada juga yang lebih formal seperti Sekolah Pioneer di Depok.

 Generasi VII (G.7)

Sekolah Rumah pada Generasi VII tak bisa disamakan dengan homeschooling. Rumah Pendidikan Muslim Cendekia Madani adalah salah satu contoh dalam perkembangan sekolah Islam ini dan lahir dari hasil pemikiran sejumlah pakar pendidikan Islam solusi masalah, terutama yang berhubungan dengan cognitive oriented. Jenis sekolah ini memang belum terlalu familier, tetapi cocok bagi Anda yang membutuhkan homeschooling dengan nuansa Islami yang kuat.

Setelah memahami daftar perbedaan di atas, Anda diharapkan lebih mantap mengambil keputusan akhir. Orang tua pun dianjurkan mendiskusikannya bersama anak, karena bagaimanapun mereka yang akan menjalani hari-harinya di sekolah.

Categories
SMPIT News

KISAH SAHABAT “CLC” (CHANGE LEADERS CLUB) SMPIT AULIYA

Oleh: Dian Anggraini

Guru SMPIT AULIYA

“CLC” (Change Leader Club) merupakan sebuah program mentoring untuk mengajak siswa menjadi Agen Perubahan dimana setiap kelompok beranggotakan 10-15 siswa yang kita sebut dengan Sahabat CLC.

Pagi dini hari kelompok kami berlomba-lomba saling membangunkan untuk sholat tahajjud kemudian sahur. Kami rencanakan hari ini untuk shaum sunnah. Kegiatan CLC sore ini (Kamis, 7/2), kami mengambil lokasi yang sedikit berbeda dari biasanya. Saya mengajak anak-anak menuju Kebun Ide tak jauh dari sekolah.

Diawali dengan tilawah bersama serta kultum dari mereka dan untuk mereka, kemudian ditutup dengan sharing session tentang permasalahan yang sedang mereka hadapi. Seketika saya tersadar, bahwa anak-anak remaja ini hanya butuh didengar dan dirangkul maka mereka akan tersentuh hatinya.

Satu keyakinan kami, mereka akan menjadi agen-agen perubahan dimasa depan yang akan meneruskan perjuangan kami.

Kami bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Categories
SDIT News

Collaboration Day SDIT AULIYA Ajak Orangtua Bersinergi Dalam Pendidikan Anak

Collaboration Day merupakan kegiatan rutin disetiap awal semester, diperuntukkan bagi orangtua siswa kelas 1-6 SDIT AULIYA yang bertujuan sebagai media kolaborasi dan silaturahim serta edukasi antara sekolah dan orangtua.

Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Umar Bin Khatab SDIT AULIYA ini digelar pada tanggal 1 Februari bagi kelas 1-3, dan 8 Februari untuk kelas 4-6. Menghadirkan dua psikolog pada sesi seminar parenting, Ibu Pelangi Midi Prathami, S.Psi yang mengajak orang tua berkolaborasi menumbuhkan sikap mandiri dan tanggung jawab pada anak melalui berbagai aktivitas baik di rumah dan di sekolah.

Sementara itu, Psikolog Ibu Yusnita Katagori, M.Psi menjelaskan bahwa komunikasi yang baik akan memberikan dampak besar pada kepribadian anak; seperti rasa percaya diri yang tinggi, sikap positif, dan hubungan sosial anak dengan sekitarnya. Beberapa contoh kesalahan berkomunikasi yang umumnya dilakukan orang tua kepada anak membuat ayah bunda yang hadir begitu antusias.

Bagaimana tips dari para psikolog mengenai cara mendidik dan berkomuniaksi dengan putra-putri kita? Yukk saksikan videonya di Channel AULIYA Kreatif.

Categories
Umum

Mengenal Metode Pembelajaran Sekolah Islam Terpadu

Mengenal Metode Pembelajaran Sekolah Islam Terpadu

Metode pembelajaran Sekolah Islam Terpadu sendiri akan diselenggarakan berdasarkan konsep “one for all”. Yang artinya, keseluruhannya ada dalam 1 atap sekolah. Dalam hal ini para siswa akan memperoleh 3 sistem pengajaran secara lengkap, mulai dari pendidikan umum, agama serta keterampilan.

Pada pendidikan umum, materi atau kurikulum yang diberikan, akan mengacu pada pada kurikulum nasional, yang tentu saja dikembangkan oleh Diknas itu sendiri. Untuk pendidikan agama sendiri, akan menekankan pada pendidikan akhlak, aqidah, dan juga ibadah, yang dikaitkan pada kehidupan sehari-hari. Ilmu seperti ini, yang nantinya akan menumbuhkan perilaku shaleh dalam lingkungan sekolah, dan bermasyarakat. Yang terakhir adalah pendidikan keterampilan, ini akan dikemas dalam kegiatan aneka ekstrakulikuler, yang menyediakan berbagai macam pilihan kegiatan, untuk para peserta didik. Dimana keseluruhan ekstrakulikuler tersebut, akan mengacu pada prinsip dasar keterampilan hidup / life skill, yang tentu saja lebih Islami.

Model Pembelajaran

Dalam proses penerapannya, berbagai macam ilmu pengetahuan yang diberikan dalam SIT ini akan menggunakan model pembelajaran yang lebih terpadu. Berikut ini adalah model pembelajaran yang dimaksud ;

1.Dialog

Yang dimaksud dengan dialog disini adalah kegiatan berdiskusi antar para peserta didik, dan juga dengan para pengajar, tentang aneka materi pelajaran yang diberikan.

2.Belajar sambil praktek

Disini para peserta didik, tidak hanya akan belajar secara teori saja, namun juga akan belajar secara praktek. Sehingga ilmu pengetahuan yang akan didapat akan semakin luas.

3.Visitasi

Para peserta didik juga akan mengunjungi suatu kawasan tertentu, guna mempelajari berbagai macam hal yang ada di lokasi tersebut.

4.Metode belajar kreatif atau sinektik

Peserta didik juga akan diajarkan untuk lebih kreatif dalam melihat dan mempelajari berbagai macam hal.

5.Belajar menggunakan komputer

Mengingat saat ini adalah era digital, maka para para peserta didik, dalam hal ini juga akan diajarkan tentang cara menggunakan komputer dan dunia digital dengan baik, terarah dan pastinya terkendali.

Alat didik

Tentunya berbagai macam metode pembelajaran Sekolah Islam Terpadu yang telah disebutkan di atas, tidak akan memperoleh hasil yang maksimal, jika tidak ada dukungan dari alat didik yang mumpuni. Dalam sekolah ini, alat pendidikan yang dimaksud antara lain :

  1. Adanya pembiasaan diri dalam seluruh peserta didik.
  2. Adanya keteladanan yang baik, dari para pengajar yang ada.
  3. Adanya bentuk kasih sayang, yang simultan antara semua orang, mulai dari antar peserta didik dan pengajar yang ada.
  4. Adanya bentuk kesabaran, dari para peserta didik dan juga para pengajar.
  5. Terbentuknya mitra yang baik, dan harmonis antara para staf pengajar dan para peserta didik.
  6. Terbentuknya respek yang baik dari para peserta didik untuk para staff pengajar yang ada.
  7. Terbentuknya kepedulian antar peserta didik dan staff pengajar.
  8. Adanya rasa berlapang dada / Encouraging terhadap berbagai macam hal.

Pemberian kurikulum

Untuk pemberian kurikulum dalam metode pembelajaran Sekolah Islam Terpadu ini sendiri, tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya. Plus ada beberapa kegiatan pengembangan diri yang harus diikuti oleh para siswa, antara lain :

1.Life skill

Dalam hal ini penguasaan dasar teknik komputer, baik menyangkut hardware dan juga software.

2.Pramuka

Termasuk ekstrakurikuler wajib, dimana di dalamnya akan disisipi tentang kerohanian, fisik skill, wawasan, kepemimpinan dan juga persaudaraan yang tentunya berkaitan erat dengan keislaman.

3.Tahsin Tahfidz

Tujuannya adalah untuk mengajarkan para siswa dalam membaca Al-Quran, secara baik dan benar, termasuk menghafalnya.

4.Pendampingan

Guna membentuk siswa tampil dengan pribadi yang islami, serta mampu menjaga diri dan siswa lainnya dari berbagai macam hal yang tidak islami. Dengan adanya berbagai metoda tersebut, diharapkan anak-anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi muslim yang mandiri, cerdas, dan pastinya berakhlak muslim sejati.

Categories
SMPIT News

COLLABORATION DAY SMPIT AULIYA AJAK ORANGTUA KENALI POTENSI REMAJA DI ERA DIGITAL

Collaboration Day menjadi media komunikasi antara sekolah dan orangtua dalam berkolaborasi mendidik anak, baik di rumah maupun di sekolah. Acara yang diadakan setiap awal semester ini dihadiri ratusan orangtua siswa SMPIT AULIYA kelas 7, 8 dan 9 di Gedung Ali bin Abi Thalib (1/2). 

Menghadirkan Psikolog parenting, Ibu Dini Rahma Bintari, Ph.D yang mengajak orang tua untuk mengenali potensi ananda di masa pertumbuhan remajanya, khususnya pada era digital saat ini.

 Ada 4 poin dalam membentuk pola komunikasi dengan anak remaja, yaitu:

  1. Terapkan komunikasi dua arah
  2. Hargai pendapat dan pilihan mereka
  3. Berkomunikasi dengan level yang setara seperti teman
  4. Menerima dulu apa perasaan dan pilihannya. Meski kita sebagai orang tua merasa itu salah, sebaiknya kita jangan terburu-buru menilai atau mempersalahkannya.

Mari kita berikan perhatian terbaik kepada anak-anak kita, agar potensi mereka bisa berubah menjadi prestasi yang gemilang.

 

Bagaimana tips mengoptimalkan potensi dan skill remaja di era serba digital ini? Yuk, saksikan videonya di Auliya Youtube Channel (Please like and subscribe)

—–

Pendaftaran Online SMPIT AULIYA

www.sekolahauliya.sch.id

021 7459203, WA 0859939093531

Categories
Umum

Memilih Sekolah Islam di Bintaro Secara Tepat

Memilih Sekolah Islam di Bintaro Secara Tepat !

Di tengah banyaknya sekolah yang ada seperti sekarang ini, sedikit banyak membuat para orang tua kebingungan dalam memilih sekolah yang dianggap paling tepat. Contohnya saja Anda yang saat ini tinggal di Bintaro, dan ingin memasukkan anak ke dalam sekolah Islam yang tepat. Sebenarnya hal ini tidak sulit. Mengingat sekolah Islam di Bintaro, ini cukup banyak. Dimana masing-masing sekolah mempunyai keunggulan, fasilitas yang berbeda-beda. Untuk membantu Anda dalam memilih sekolah Islam yang dianggap tepat. Tidak ada salahnya jika memperhatikan beberapa hal berikut :

Tujuan orang tua

Seperti yang dijelaskan selintas di atas, masing-masing sekolah Islam di Bintaro mempunyai keunggulan dan fasilitas yang berbeda-beda. Terutama Anda yang ingin memberikan pendidikan agama yang lebih baik, maka dalam hal ini perhatikan aneka pelajaran agama yang diberikan, berapa lama proses belajar yang diberikan, dan aneka pelajaran lain apa saja yang diberikan. Dengan kata lain, pilih sekolah yang sesuai dengan tujuan Anda dalam memberikan sistem pendidikan seperti apa pada anak tersebut.

Kemampuan finansial

Selain tujuan, dalam memilih sekolah Anda juga perlu mempertimbangkan sisi finansial. Mengingat sekolah Islam yang umumnya dikelola oleh Swasta ini, biayanya tidak bisa dibilang murah. Maka dalam hal ini, sebaiknya sesuaikan finansial yang Anda miliki, dengan biaya sekolah anak itu sendiri. Pastikan semuanya dapat berjalan dengan baik, tanpa harus membebani salah satu sisi keuangan tertentu.

Guru dan kurikulum di sekolah

Karena kali ini, Anda akan memasukkan anak ke dalam sekolah Islam, maka pilih dan perhatikan guru-guru yang ada, serta kurikulum yang diberikan. Walau pada umumnya kurikulum yang diberikan ini, masing menganut standar kurikulum Diknas. Namun khusus untuk kurikulum lokal, dalam hal ini keagamaan, berbeda dan masing-masing mempunyai sistem pengajaran yang berbeda. Pastikan anak membutuhkannya dan mampu menguasainya dengan baik.

Fasilitas dan kondisi lingkungan sekolah

Hal lain yang juga harus Anda pertimbangkan disini adalah fasilitas sekolah dan juga lingkungan sekolah itu sendiri. Untuk masalah fasilitas, Anda perlu memperhatikan fasilitas apa saja yang dimiliki oleh sekolah, dan apakah fasilitas yang ada mumpuni untuk aneka kurikulum yang ada, serta membuat para siswa nyaman dan terbantu karenanya. Walaupun memang sekolah yang fasilitasnya lengkap, biayanya tidak bisa dikatakan murah. Demikian pula sebaliknya. Selain memperhatikan fasilitas, Anda juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekolah. Bagaimana kondisi lingkungan di luar sekolah, dalam lingkungan sekolah, komunikasi antara staf pengajar dan siswa, serta hal lainnya. Untuk masalah seperti ini, Anda sebaiknya mencari tahu, melalui teman atau siapa saja yang anaknya sekolah di sekolah tersebut. Hal ini penting, mengingat Anda akan menitipkan anak ke sekolah tersebut, jadi pastikan materi pendidikan serta keamanan dan kenyamanan anak, dalam kegiatan belajar mengajar juga baik.

Perhatikan keinginan anak

Satu lagi hal yang paling penting, sebelum Anda memilih sekolah yang dianggap tepat, yaitu memperhatikan keinginan sang anak. Disini Anda perlu memperhatikan, yang akan sekolah di sekolah tersebut adalah anak Anda. walaupun Anda memperkirakan bahkan memilih sekolah yang dianggap baik dan cocok untuk kebutuhan sang anak. Akan lebih baik, jika sedari awal, Anda melibatkan sang anak, dalam memilih sekolah keislaman.

Lakukan diskusi tentang kelebihan dan kekurangan sekolah Islam di Bintaro yang ada. Dengan adanya diskusi seperti ini, tidak hanya Anda yang mampu memutuskan, anak juga akan memutuskan berdasarkan keinginannya sendiri. Tanpa paksaan, maka anak akan lebih nyaman dalam bersekolah, dan melakukan berbagai macam kegiatan yang ada, baik itu kegiatan sekolah, hingga kegiatan ekstrakurikuler.