Categories
SMAIT News

SMA Islam Terpadu AULIYA gelar Wisuda Qur’an Golden Award

SMA Islam Terpadu AULIYA menggelar acara wisuda Qur’an Golden Award di Auditorium Gedung Ali bin Abi Thalib (23/11). Wisuda Qur’an Golden Award ini merupakan acara puncak Program Utama (Protam)  yang diselenggarakan oleh SMAIT AULIYA sebagai bentuk apresiasi kepada siswa SMA  yang menghafal Al-Qur’an.

“Program hafalan al-qur’an di SMA IT AULIYA di laksanakan dengan target 2 juz namun juga ada takhassus yaitu program fasilitasi bagi siswa yang ingin menghafal di luar target AULIYA misalnya hafal 5 Juz, 10 Juz dan seterusnya.” papar Ibu Uswatun Khasanah guru hafalan al-qur’an  sekaligus penanggung jawab Qur’an Golden Award.

Adapun durasi waktu hafalan untuk kelas 10 empat kali pertemuan dalam seminggu, kelas 11 dua kali pertemuan dalam seminggu, kelas 12 dua kali pertemuan dalam seminggu. Sedangkan metode hafalan yaitu klasikal membaca bersama di depan kelas dibagi perkelompok, talaqi memberi contoh hafalan, tasmi membaca al-qur’an tanpa melihat al-qur’an di depan audience.

Acara ini diikuti oleh 28 anak adapun rangkaian acara Qur’an Golden Award diawali dengan makhroj baca al-qur’an bersama, uji publik dengan cara mutqin yaitu orang tua tanya ayat anak melanjutkan di depan audience, penyematan, persembahan aku ingin jadi hafiz qur’an dalam bentuk menyanyi. Suasana haru dan membanggakan saat sesi siswa turun panggung berikan mahkota penghormatan kepada orang tua.

Sementara itu Bapak Muhammad Caisar Haisy selaku Kepala SMAIT AULIYA mengatakan “Harapannya program ini menjadi momen siswa setelah lulus dari SMAIT, mereka selalu dekat dengan Al-qur’an serta menjaga hafalan dan meningkatkan hafalan. semoga kegiatan ini bisa lebih banyak mencetak generasi qur’ani di era globalisasi.”

Silahkan klik link untuk video Quran Golden Award

Categories
istiyaMT

SEMINAR PENGASUHAN UNTUK DIDIK ANAK DI ERA DIGITAL

ISTIYA SD – SMPIT AULIYA menyelenggarakan Seminar Pengasuhan pada hari Sabtu (26/10) di Gedung Theater Sekolah Global Jaya . Seminar Pengasuhan ini menghadirkan pembicara Elly Risman, psi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan dengan penampilan Tari Ratoeh Jaroe dan sambutan-sambutan.

“Seminar Pengasuhan ini bertujuan untuk mengedukasi para orang tua murid, dimulai dari orang tua murid sekolah AULIYA hingga masyarakat umum agar mereka mendapatkan edukasi dan wawasan mengenai cara mendidik anak di era digital, “ jelas Ibu Wina Balina selaku ketua panitia acara dan bunda dari ISTIYA.

Peserta seminar sebanyak 300 orang, mayoritas orang tua murid SD dan SMPIT AULIYA.

“Semoga untuk kedepannya seminar pengasuhan dapat berlangsung terus dengan tema yang berbeda-beda. Ini gebrakan pertama, semoga tahun depan ada gebrakan selanjutnya untuk seminar lainnya dengan tema yang berbeda, “ harap Ibu Wina.

Usai sesi tanya jawab diadakan foto bersama dan pembagian doorprise berupa produk-produk dari sponsor acara dan buku-buku parenting yang ditulis Elly Risman.

Silahkan klik link untuk video seminar pengasuhan

Categories
SDIT News

Tingkatkan Literasi, SDIT AULIYA Gelar My First Book

Ada yang berbeda di Sabtu (26/10) pagi kali itu di Ruang Auditorium lantai 5 SD Islam Terpadu AULIYA, Tangerang Selatan. Siswa-siswi kelas 5 SD bersama orang tuanya berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan My First Book.

Kegiatan kali ini merupakan salah satu dari program utama (Protam) tentang literasi yang diselenggarakan oleh sekolah. Di acara kali ini, antara wali murid dan siswa akan diajak untuk memahami lebih dalam tentang dunia membaca dan menulis.

Selaku Penanggung Jawab Acara, Ibu guru SDIT AULIYA Nurmilda Awaliyah Sofiani menyebut kegiatan ini dilakukan sebagai salah  satu cara untuk meningkatkan ketertarikan murid terhadap dunia literasi. Khususnya yang ditekankan adalah kegemaran dalam menulis.

“Tantangan anak-anak di dunia saat ini khususnya untuk literasi memang sangat kuat. Persaingannya ada gawai dan internet. Kita ingin mengenalkan bahwa dunia menulis ini menarik sekali,” ujar guru yang lebih dikenal dengan Ibu Milda ini, Senin (28/10).

Ia menyebut dalam kegiatan kemarin, siswa dan wali murid diperkenalkan tentang proses pembuatan, pengolahan, sampai tulisan itu dicetak. Meskipun memakan waktu yang lama, tapi bagi siswa yang dapat menghasilkan karya menjadi hal yang membanggakan. Milda juga menyebut, meskipun karya yang dihasilkan tidak bisa banyak, tapi karya ini bisa sebagai sarana mengulang memori.

Ibu Milda menyebut dengan menulis dapat membantu siswa dalam menuangkan ide mereka dan wadah untuk menulis. Sekolah memiliki kekhawatiran, di zaman modern yang banyak tantangan dan distraksi ini, mereka tidak tahu harus kemana harus menyalurkan ide.

“Sekolah berharap dari kegiatan yang diberi nama ‘My first book’ ini menjadi sarana mereka (siswa) untuk berkembang. Kegiatan ini baru yang pertama untuk angkatan saat ini,” ucapnya.

Di SDIT AULIYA untuk meningkatkan literasi, setiap hari Senin selama satu jam akan digunakan untuk kegiatan literasi. Siswa-siswi diminta untuk menulis pengalaman mereka saat libur Sabtu-Ahad maupun membaca buku yang mereka punya. Dari rumah, mereka sudah membawa buku sendiri yang nantinya ditukarkan dengan bacaan milik temannya yang lain lalu dibaca bersama-sama.

Beberapa rangkaian acara dalam kegiatan tersebut antara lain membaca buku bersama, seminar seputar menulis dari Marcella Simon, tanya jawab, dan kegiatan menulis oleh wali murid. Marcella saat acara diketahui memberikan informasi seputar tips, manfaat, dan motivasi seputar menulis. Menulis tidak hanya berupa cerita tapi bisa juga puisi dan cerita bergambar atau komik.

“Kemarin ada talkshow dulu, baru kita kasih kesempatan orang tua untuk menulis. Kalau sebelumnya, anak-anaknya kan sudah diajak untuk menulis. Jadi orang tua merasakan bagaimana perasaan anak-anaknya saat menulis. Bagaimana proses dan caranya,” ujar Milda.

Terakhir, Ibu Milda berharap adanya kegiatan ini bisa menambah percaya diri anak dalam menuangkan ide-idenya dan meningkatkan semangat mereka. Ketika mereka sudah semangat, ada keberlanjutan dan siswa-siswi bisa menghasilkan karya yang bermanfaat.

Silahkan klik link untuk video My First Book

Categories
SDIT News

SDIT Auliya Gelar Seminar dan Observasi, Hantarkan Anak Menjadi Remaja Muslim

Meski bukan hal yang menyeramkan, namun menjelang masa puber atau akil baliq pada anak seringkali menjadi momok bagi para orang tua. Tidak sedikit orang tua yang bingung dan khawatir menghadapi masa istimewa bagi buah hatinya tersebut. Beranjak dari hal tersebut, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Auliya dengan rutin menggelar seminar parenting, yang khusus membahas masalah pubertas pada anak. Seminar yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 dan orang tua, diadakan di Ruang Audio Visual Lantai 5 Sekolah Islam Auliya, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan.

“Edukasi dan pelatihan ini merupakan program utama (protam) untuk siswa-siswi kelas 4. Kali ini tim Edukasi Remaja asuhan pakar parenting Elly Risman, mengangkat tema “Becoming Muslim Teens”, dimana anak-anak akan diobservasi dan dilatih sebagai pembekalan dalam menjelang remaja,” tutur Dian Niagari, guru yang juga penanggungjawab acara.

Psycholog, Evangeline Imelda (berdiri), dan pakar parenting, Firdaus (duduk), menjadi pembicara dari seminar Becoming Muslim Teens sebagai protam siswa-siswi kelas 4 SDIT Auliya.

Menurut Dian protam (Program Utama) pembekalan tersebut sangat penting dan sudah dirasakan manfaatnya bagi siswa juga orang tua. “Bagi orang tua, mereka menjadi tahu bagaimana menghadapi anak menjadi remaja. Sedangkan bagi siswa, mereka jadi lebih paham apa yang harus dilakukan apabila haid pada anak wanita, sementara untuk anak laki-laki mereka jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika mimpi basah.”

“Selain itu, observasi yang dilakukan oleh tim edukasi remaja juga akan melaporkan anak-anak yang terpapar hal-hal negatif. Alhamdulillah disini hampir dibilang tidak ada anak yang terpapar hal negatif, ini karena Sekolah Auliya selalu menanamkan ahlaqul karimah sebagai seorang muslim,” ungkap Dian.

Senada dengan Dian, Wakil Kepala Sekolah SDIT Auliya, Arif Rachman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa protam menjelang masa pubertas untuk anak kelas 4 akan terus diadakan. “Sudah dirasakan manfaatnya, salah satunya adalah anak saya, yang kebetulan adalah seorang perempuan. Sejak mengikuti edukasi dan pelatihan bagi remaja ini, anak saya jadi tahu mana bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, serta menahan diri untuk tidak berkata kasar apalagi menggunakan bahasa yang kotor,” papar Arif.

“Anak-anak yang menghadapi masa remaja, mereka membutuhkan tempat untuk bercerita, di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Dengan pengetahuan dari pakar parenting, para orang tua akan menjadi teman bercerita yang baik bagi anak-anaknya. Ilmu atau pembekalan yang diajarkan oleh para pakar parenting akan membuat mereka percaya diri untuk menjadi teman yang baik bagi anak-anaknya,” ucap Arif menambahkan.

Tidak hanya pihak sekolah, protam siswa kelas 4 itu juga mendapat dukungan penuh dari Istiya (Ikatan Silaturahmi Orang Tua Siswa Auliya). Neura, ibu dari Zaid, siswa kelas 4 SDIT Auliya, usai mengikuti seminar langsung memberikan testimoninya terhadap kegiatan tersebut. “Awalnya sempet bingung menghadapi hal ini. Sempet kepikiran dan khawatir jika salah menerangkan kepada anak tentang masa puber. Saya khawatir menyampaikan tentang masa puber dengan bahasa yang vulgar, atau malah salah, tapi ketika tadi mengikuti seminar parenting ini, saya jadi tahu bagaimana cara mengatakan pada anak saya dengan bahasa yang santun dan efektif,” pungkas Neura.

Categories
Umum

SIT AULIYA TINGKATKAN KEAMANAN DAN KUALITAS LAYANAN

Manajemen Sekolah Islam Terpadu AULIYA mengadakan training untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas staf keamanan dan juru parkir di gedung Utsman bin Affan (4/10). Training ini juga berkolaborasi dengan pihak kepolisian, Bapak Abdul Hamid dari Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Ciputat.

“Training ini memberikan gambaran kompetensi yang dibutuhkan staf keamanan dan juru parkir agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi siswa, orang tua dan berbagai pihak” Ungkap Bu Miriani Kamaliah Manajer Customer Engagement SIT AULIYA.

Pada sesi training yang diberikan oleh polisi menekankan pada pentingnya kesigapan petugas security dalam mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara) bila ada suatu peristiwa kriminalitas, kecelakaan dsb. Dilihat dari sisi pelayanan, petugas security dan juru parkir diharapkan mampu menyambut orang tua siswa yang datang dan memberikan pelayanan informasi tentang sekolah. Setiap petugas security dan juru parkir juga dilatih untuk selalu waspada dan curiga bila ada seseorang yang masuk ke dalam lingkungan sekolah namun belum pernah dikenal sebagai bagian dari civitas sekolah. Hal ini perlu diperhatikan demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.  

Categories
TKIT News

Meriahnya Fun Cooking dan Market Day TKIT AULIYA

Pada tanggal 2 Oktober 2019 kemarin, siswa kelas TK B AULIYA punya kegiatan yang seru lohhh…

Dengan mengenakan celemek memasak dan topi putih yang unik, mereka terlihat seperti chef cilik. Mereka sedang asyik fun cooking dengan menu Jasuke (jagung susu keju) dan jus mangga yang diolah di dalam kelas. Makanan yang telah dibuat dikemas dengan rapi dan siap dijual untuk kegiatan Market Day di Aula gedung Abu Bakar Ashiddiq.

“Siswa begitu senang dan antusias saat mengolah resep makanannya sendiri. Dan terlihat rasa bangga saat produk mereka berhasil terjual. Kegiatan ini mengenalkan social enterpreneur dan mengajarkan anak untuk berkomunikasi dalam menjual dan menawarkan produk yang dijual” Ungkap Ibu Nisa PJ kegiatan ini dan guru TKIT AULIYA.

Paket makanan jasuke dan jus mangga ini dijual seharga 10 ribu rupiah. Ketika stand jualan sudah dibuka, pembeli yang berasal dari adik kelas datang mengantri dan berbaris dengan rapi.

Silahkan klik link untuk melihat serunya Funcooking dan Marketday TKIT AULIYA

Categories
SDIT News

Identifikasi Satwa Langka, Siswa SDIT AULIYA Berkunjung Ke Taman Margasatwa

Pada hari selasa kemarin tanggal 1 Oktober 2019, Siswa kelas 6 SDIT AULIYA mengadakan field trip ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Mereka belajar mengamati hewan dan mencari informasi tentang hewan langka dan non langka juga habitat aslinya di alam bebas.

“Berkunjung ke Taman Margasatwa semakin seru dengan mengaitkan pelajaran IPA yang sudah dipelajari di kelas. Siswa mengidentifikasi jenis – jenis perkembangbiakan dan habitat hewan secara langsung disini.” Ungkap Pak Yunus PJ field trip dan guru SDIT AULIYA.

Perjalanan mengelilingi Taman Margasatwa yang sangat luas pastinya cukup sedikit melelahkan. Namun ketika melihat ekspresi siswa yang jarang melihat hewan yang belum pernah ditemui sebelumnya, membuat semangat kembali fresh lagi.

Silahkan klik link untuk video field trip ke taman masrgasatwa